Dalam beberapa tahun terakhir, aburi sushi menjadi salah satu kuliner Jepang yang paling sering muncul di media sosial. Video potongan ikan yang disulut api, lelehan lemak salmon yang mengilap, hingga ekspresi puas orang-orang saat gigitan pertama membuat aburi sushi terlihat begitu menggoda.

BACA JUGA : Wagyu Sushi Grill Cita Rasa Premium

Kepopulerannya bukan tanpa alasan—aburi sushi menawarkan pengalaman makan sushi yang terasa berbeda, lebih “hidup”, dan sangat cocok dengan selera generasi sekarang.

Apa Itu Aburi Sushi?

Secara sederhana, aburi sushi adalah sushi yang bagian topping ikannya dipanggang ringan menggunakan api (biasanya torch) sebelum disajikan. Kata aburi sendiri dalam bahasa Jepang berarti “dipanggang” atau “dibakar ringan”. Berbeda dengan sushi mentah murni, teknik ini hanya menyentuh permukaan ikan, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan segar.

Teknik aburi awalnya digunakan untuk menonjolkan aroma dan rasa ikan berlemak seperti salmon, tuna belly, atau unagi. Saat dipanaskan sebentar, lemak alami ikan akan meleleh, menghasilkan aroma smoky yang khas tanpa menghilangkan karakter segarnya.

Alasan Aburi Sushi Bisa Viral

Ada beberapa faktor yang membuat aburi sushi cepat viral dan digemari banyak orang. Pertama, visualnya sangat menarik. Api yang menyala di atas sushi menciptakan efek dramatis yang pas untuk video pendek. Kedua, tekstur dan rasa. Kombinasi nasi hangat, ikan lembut, dan aroma bakaran menciptakan sensasi yang “comforting” tapi tetap elegan.

Selain itu, aburi sushi juga terasa lebih “aman” bagi orang yang kurang nyaman dengan ikan mentah sepenuhnya. Proses pemanggangan ringan memberi kesan matang tanpa mengubah konsep dasar sushi itu sendiri.

Perbedaan Aburi Sushi dengan Sushi Tradisional

Perbedaan utama terletak pada perlakuan terhadap ikan. Sushi tradisional menekankan kesegaran dan teknik potong, sedangkan aburi sushi menambahkan tahap pemanggangan untuk memperkaya rasa. Dari sisi cita rasa, sushi mentah cenderung clean dan ringan, sementara aburi sushi memiliki rasa lebih gurih dan aroma asap yang lembut.

Dari sisi pengalaman makan, aburi sushi terasa lebih modern dan playful. Banyak restoran bahkan menambahkan saus khusus seperti mayo Jepang, truffle oil, atau kecap manis glaze untuk menyesuaikan dengan selera global.

Jenis Ikan yang Paling Populer untuk Aburi Sushi

Salmon adalah bintang utama dalam dunia aburi sushi karena kandungan lemaknya tinggi dan mudah meleleh saat dipanaskan. Selain salmon, tuna bagian perut, hamachi, dan scallop juga sering digunakan. Setiap jenis ikan memberikan karakter berbeda—mulai dari creamy, buttery, hingga slightly sweet.

Pemilihan ikan yang tepat sangat penting karena teknik aburi justru menonjolkan kualitas bahan. Ikan segar dengan lemak seimbang akan menghasilkan rasa yang jauh lebih maksimal.

Aburi Sushi Cocok dengan Tren Kuliner Saat Ini

Tren kuliner modern sangat menekankan pengalaman, bukan hanya rasa. Aburi sushi memenuhi hal ini lewat proses penyajian yang interaktif, aroma yang menggoda, dan rasa yang mudah diterima banyak kalangan. Baik untuk fine dining maupun konsep kasual, aburi sushi tetap terasa relevan.

Selain itu, aburi sushi fleksibel untuk dikreasikan. Banyak chef menggabungkannya dengan sentuhan lokal atau fusion tanpa menghilangkan identitas Jepang-nya. Inilah yang membuat aburi sushi terus berkembang dan tidak cepat terasa membosankan.

Aburi sushi bukan sekadar tren sesaat, melainkan bukti bagaimana kuliner tradisional Jepang bisa beradaptasi dengan selera modern. Perpaduan teknik sederhana, bahan berkualitas, dan pengalaman visual yang kuat menjadikannya favorit di berbagai kalangan. Tak heran jika aburi sushi terus viral dan menjadi pilihan utama bagi pencinta sushi yang ingin sensasi berbeda dalam setiap gigitan.